Postingan

Indonesia Ini Kurang Islam Apa?

Gambar
Selalu saja ada ustaz yang menjelek-jelekkan negara dan pemerintah. Pemerintah digambarkan anti Islam, menghalangi dakwah, meminggirkan umat Islam, kata mereka. Indonesia punya Kementerian Agama. Anggaran Kemenag tahun 2018 ini 62 T lebih, nomor 3 terbesar setelah Kementerian PUPR (yang tugasnya membangun infrastruktur) dan Kementerian Pertahanan. Anggaran itu lebih tinggi daripada anggaran Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan. Pegawai Kemenag itu umumnya orang Islam. Mungkin ada 90% karyawannya yang muslim, mulai dari menteri sampai ke tukang sapu. Kantornya melayani sampai ke tingkat kecamatan. KUA itu tidak disebut kantor untuk urusan umat Islam. Tapi tidak ada umat agama lain yang dilayani di situ. Itu khusus untuk umat Islam. Setiap tahun ada sekitar 200 ribu umat Islam naik haji. Segenap keperluan mereka dilayani oleh pemerintah. Sejak mulai pendaftaran, persiapan, berangkat, selama di tanah suci, sampai pulang. Ada ribuan pegawai pemerintah dikerahkan untuk melay...

Perlukah Jihad di Negara Demokrasi?

Gambar
Syariat Islam diturunkan untuk menjamin lima kebutuhan prinsipil dalam kehidupan manusia. Yaitu nyawa, keyakinan, akal pikiran, harta kekayaan dan keturunan. Para ulama menyebutnya kulliyatul khams. Sebagian para sarjana menyebutnya maqashid syariah, objective of shariah, atau philosophy of islamic law (filsafat hukum Islam). Ini kajian penting dan tidak boleh dilewatkan oleh orang-orang yang belajar hukum Islam. Nah, jaminan terhadap kelima kebutuhan di atas dapat terwujud secara efektif melalui instrumen negara. Negara yang dapat menjamin keterpenuhan  kelima prinsip pokok di atas sama dengan menjamin terlaksananya syariat Islam. Sampai di sini ada pandangan unik dari seorang ulama kenamaan Tunisia. Ibnu Ashur (w.1973). Menurutnya, negara-negara demokratis pada prinsipnya telah memberikan jaminan lima prinsip itu. Ibnu Ashur, salah seorang ulama terkemuka yang juga rektor Universitas Zaitunah, Tunisia, pernah menyatakan dalam bahwa negara yang paling islami adalah Amerika Serikat. ...

Antara Hoax dan Terorisme

Gambar
Negara Indonesia sedang sedang digempur pesta politik. Kubu satu dan kubu lain saling berambisi menggapai kekuasaan. Optimisme memompa andrenalin untuk terus melangkah, tanpa rasa takut, dan tidak berkecil hati. Ambisi seringkali membutakan politikus mengejar apa yang diinginkan. Tidak sedikit politikus terjebak menggunakan cara-cara negatif yang tidak diperbolehkan. Cara-cara negatif yang ngetrend di era kekinian adalah hoax dan terorisme. Beberapa hari silam Indonesia digempur isu hoax dibasmi dengan undang-undang terorisme. Ada sebagian yang setuju, ada sebagian lain yang menyangkal. Saya ingin menyebutkan bahwa hoax dan terorisme adalah dua sosok yang sama, sementara yang membedakan antar masing-masing adalah kedoknya. Kesamaan keduanya disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 8 yang berbunyi: Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Ayat 8 tersebut menyebutkan s...

Belajar Demokrasi dari Teladan Nabi

Gambar
Ada sebagian orang yang enggan menerima demokrasi sebagai sistem bernegara, dengan alasan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ada pula yang menerima demokrasi secara mentah-mentah, sehingga cenderung terlalu bebas dalam aplikasinya dan terlalu mengekor ke Barat. Sementara sebagiannya lagi, menerima demokrasi dengan sedikit rasionalisasi bahwa nilai-nilai yang diusung di dalamnya disarikan dari ajaran-ajaran Islam. Dengan kata lain, kelompok terakhir ini mengakui bahwa semenjak Islam diturunkan, telah ada perintah untuk bermusyawarah, yang merupakan esensi dari demokrasi. Klasifikasi sikap seseorang dalam menerima demokrasi bisa kita temui dalam buku ciamik berjudul Rasul pun Mau Ngobrol, karya Cakra Yudi Putra. Untuk kelompok pertama, penulis buku mengistilahkan sebagai fundamentalis-tekstual. Kelompok kedua adalah liberalis-kontekstual. Sementara kelompok terakhir adalah modernis-kontekstual. Berangkat dari klasifikasi inilah, kerangka buku ini dibangun. Buku ini hadir sebagai respon ...

ISLAM DAMAI RAHMATAN LIL'ALAMIN

Gambar
Keberhasilan penyebaran Islam di wilayah Arab yang hanya dalam rentang waktu 22 tahun merupakan capaian terbesar dalam waktu paling singkat dalam sejarah umat manusia. Keberhasilan yang fenomenal itu lahir dari sosok pribadi yang sangat sederhana, santun, penyayang, yang melaluinya Allah menginginkan beliau dan agama yang dibawanya (Islam) menjadi rahmat bagi semesta alam. Sosok tersebut tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Bahkan di dalam sebuah Hadis disebutkan bahwasanya beliau adalah rahmat yang dihadiahkan oleh Allah kepada seluruh alam semesta. Empat Khalifah Rasyidin meneruskan pembebasan (futuh) wilayah-wilayah lain semisal Persia, India, dan Afrika Utara. Usaha pembebasan ini kemudian diikuti oleh khilafah Umayah, Abbasiyah, dan Usmaniyah ke wilayah-wilayah lain seperti Andalusia (Spanyol), dan Asia Tengah. Berbeda dengan wilayah-wilayah Islam yang disebutkan di atas yang kebanyakan dibebaskan melalui peperangan, wilayah Asia Tenggara (Nusantara atau Kepulauan Melayu-Indonesi...

Penjelasan Soal Hadits Nabi dan Bendera Khilafah HTI – ISIS

Gambar
ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yg mereka miliki adalah sesuai dg Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak! Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya? Ayoooo Secara umum hadits-hadits yg menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yg bilang hitam saja, ada yg bilang putih saja, ada riwayat yg bilang hitam dan putih, malah ada yang bilang merah dan juga kuning. Riwayat lain bendera itu gak ada tulisan apa-apa. Jadi gak ada tulisan tauhidnya, cuma kosong saja. Riwayat lain bilang ada tulisan tauhidnya. Riwayat seputar ini banyak sekali, dan para ulama sudah memberikan penilaian. Secara umum tidak berkualitas sahih. Dalam sejarah Islam juga kita temukan fakta yang berbeda lagi. Ada yg bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga berwarna putih. Apa mau bilang para Khalifah ini tidak mengikuti ben...

Merawat keberagaman kita dalam bingkai Pancasila

Gambar
Semenjak era reformasi pecah, isu keberagaman menjadi hal yang cukup progresif dibicarakan di setiap seminar ilmiah maupun perbicangan akademis lainya. Selain sebagai langkah untuk memunculkan konsep baru dalam pengenalan kepada generasi muda, isu keberagaman muncul juga sebagai gambaran bahwa bangsa kita belum selesai terhadap konsensus bersama dalam hal ikhtiar akhir dalam keberagaman. Seolah tak bisa untuk dihentikan dan dibuka pembicaraan lain yang lebih membangun, isu keberagaman juga masih menjadi kendala bangsa kita untuk terus membangun perekonomian nasional. Masih adanya berbagai permasalahan yang menjadi ketersinggungan dalam keberagaman menjadi fenomena baru kita untuk membicarakannya lagi. Isu SARA masih saja terjadi di beberapa daerah, dan seiring cepatnya arus informasi yang disitu mengakibatkan fenomena berita hoax senantiasa berkembang, juga sebagai penyulut yang sering terjadi disetiap daerah yang masih ada konflik sektarian. Kita semakin takut dengan kehidupan berag...