Postingan

Manusia Indonesia, Khalifah, dan Khilafah

Gambar
Sumber : Harakatuna Oleh: Prof. Muhammad Chirzin* Kita manusia Indonesia Indonesia adalah kita? Kita adalah khalifah. Khalifah adalah kita? Kita butuh khilafah. Khilafah yang mana? Khalifah, khilafah, dan khala’if dalam acuan samawi: Perhatikanlah, ketika Tuhan hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, “Apakah Engkau akan menjadikan di bumi sosok yang akan membuat kerusakan di sana, dan akan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dgn memuji-Mu dan menyucikan-Mu? Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu katahui” (Qs. Al-Baqarah [2]: 30). Kata khalifah pada mulanya berarti yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Atas dasar ini ada yang memahami khalifah sebagai yang menggantikan Allah swt dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketentuan-ketentuan-Nya. Bukan karena Allah swt tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah swt bermaksud menguji manusia dan...

Masyarakat Bisa Bantu Pantau Gerakan Teroris Lewat Siskamling

Gambar
Sumber : Harakatuna Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masyarakat bisa berperan menjadi agen untuk mengamati perlaku terorisme. Dengan menggalakan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling), masyarakat bisa bekerja sama dengan aparat kepolisian atau TNI yang ada di daerahnya untuk melaporkan kegiatan mencurigakan yang mengarah pada perilaku teror. “Nah, itu penting sekali karena wilayah kita kan luas sekali. Tapi kan masyarakat sendiri kan merupakan suatu agen-agen untuk mengamati perilaku para terorisme yang bergerak sendiri ini,” kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, di Jakarta, Selasa (4/7/2017). Wiranto mengatakan, teroris bergerak secara diam-diam untuk menyembunyikan kegiatannya. Misalnya beraktivitas malam hari, melakukan pertemuan mencurigakan, atau merakit bom di tempat tinggalnya. Pelaku teror bisa saja berbaur dengan masyarakat. Karenanya, masyarakat dinilai bisa mendeteksi dini terhadap aktivitas tidak wajar di lingku...

Adakah Konsep dan Dalil Negara Islam?

Gambar
Sumber : Harakatuna Perbincangan mengenai negara Islam sudah sering dilakukan. Banyaknya ormas dan kelompok yang menginginkan negara Islam masih saja banyak ditemukan. Perdebatan antara konsep khilafah dan demokrasi tidak pernah selesai. Distingsi kedua faham yang kontradiktif itu menambah daftar masyarakat yang mudah mengklaim kafir semakin banyak. Apalagi ketika ada dari kalangan non Islam diusung untuk menjadi pemimpin baik di daerah maupun negara, membuat perdebatan ideologis semakin sengit. Dan ternyata memang tidak pernah akan ditemukan mahluk yang bernama ‘Negara Islam’ tersebut. Pada Zaman Rasulullah dan para sahabat terjadi perbedaan dalam memilih pemimpin untuk melanjutkan regenerasi kepemimpinan dalam Islam. Perbedaan itu akan menjadi bukti bahwa Islam sama sekali tidak mengatur tentang konsep kenegaraan. Islam hanyalah sebagai jalan hidup bagi setiap muslim untuk mencari jalan keselamatan di Dunia dan di Akhirat. Rasulullah memang diutus untuk menjadi pemimpin Islam. ...

Keras Melawan Terorisme

Gambar
Sumber : Harakatuna Sudah lama NU dan orang-orangnya dituding sebagai kelompok yang “bersikap keras terhadap umat Islam dan berlaku lemah lembut terhadap orang-orang kafir.” Belakangan tudingannya lebih serem: Anshârut Thâgût, pembela Thagut. Kata mereka, “Banser lebih rajin jaga Gereja ketimbang pengajian.” Orang-orang NU tidak perlu berkecil hati. Sebenarnya NU menjaga Islam dari orang-orang yang merusak, yaitu sekelompok orang yang menggunakan Islam untuk berbuat jahat. Ada yang menyangkal keberadaan mereka. Abu Bakar Baghdadi, konco-konconya, dan yang sealiran dengannya, kurang bukti apa! Mereka syahadat dan takbir, tetapi menggorok orang, bahkan sesama ahlul qiblat. Dan terhadap mereka yang menggunakan Islam untuk berbut jahat, sikap kita kadang harus lebih keras ketimbang terhadap non-Muslim. Ibn Hajar al-Asqalani, dalam Fathul Bârî syarah Shahîh Bukhârî, Juz 12, h. 253 mengutip pendapat Ibn Hubairah terkait Khawarij yaitu pendahulu kelompok takfiri yang kerap menggunakan ke...

Hoaks Bermotif Radikalisme Agama Sangat Berbahaya

Gambar
Sumber : Harakatuna Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) M. Kholid Syeirazi menilai, hoaks atau berita bohong yang bertebaran di dunia maya sangat berbahaya. Apalagi, berita hoaks tersebut bermotif ideologis, yakni radikalisme, dan itu sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. “Maraknya penyebaran berita bohong (hoax atau fake news) telah secara nyata mengancam tertib sosial, tetapi yang paling berbahaya adalah yang bermotif ideologis yaitu radikalisme agama,” jelas Kholid dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/12/2018). Kholid menyampaikan hal itu dalam seminar bertajuk “Peran Generasi Islam Menyambut Pemilu Damai tanpa Hoax dan Radikalisme” yang digelar di kampus PTIQ, Jakarta, Selasa. Ia mengatakan, hoaks berkembang akibat revolusi digital yang membuat setiap orang dapat sekaligus menjadi produsen dan konsumen berita. Perangkat modern teknologi tanpa kultur literasi membuat orang mudah membagikan berita bahkan tanpa membaca isinya...

Yang Haramkan Pancasila Dosanya Tak Ada Habisnya

Gambar
Sumber : Harakatuna Zaman Belanda, ketika kelompok lain melawan dengan kekerasan, NU yang pertama kali melawan dengan kebudayaan. Itulah yang dilakukan oleh Walisongo. Karena NU penerus Walisongo, maka cara melawan Belandanya ya dengan kebudayaan. Kala itu, NU terlihat tidak melawan, namun diam-diam melawan Belanda dengan cara unik, yakni mengampanyekan hadits Nabi “man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum/siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum itu”. Konten hadits dijadikan sebagai basis penggerak rakyat bersama para santri melawan Belanda sejak dari pikiran. Santri melawan dengan caranya sendiri. Belanda menulis Latin, santri menulis pakai Arab Pegon. Mereka pakai celana, santri melawan dengan memakai sarung. Perlawanan itu terus berlanjut hingga membangkrutkan Belanda. Nilai kekayaannya terkuras 2 juta golden untuk melawan santri yang berperang bersama Pangeran Diponegoro. Kala 20 ribu serdadu Belanda mati sia-sia melawan perang bersama santri, Ratu Helmina d...

Membangun Indonesia dengan Cinta

Gambar
Sumber : Harakatuna Berbicara soal cinta secara tidak langsung berbicara soal memiliki. Bukan cinta kalau tidak ada rasa memiliki. Cinta dan memiliki bak dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Memisahkan cinta dengan memiliki adalah angan-angan yang kosong. Cinta selalu memprioritaskan yang dicintai. Menduakan adalah isyarat bukan cinta. Menduakan bukti hianat. Hianat dan cinta adalah dua kosa kata yang berlawanan. Sehingga, dapat dikatakan, hianat adalah cinta yang ternodai. Memprioritaskan yang dicintai adalah bukti cinta itu sendiri. Cinta juga perhatian. Siapa yang belum perhatian sama Anda berarti dia belum mencintai Anda. Cinta dan perhatian adalah dua kata yang saling membangun. Masing-masing saling menguatkan, saling mengikat, dan saling mengasihi. Tidak peduli adalah bentuk pengabaian dari cinta. Tidak peduli tanda tidak acuh. Anda yang diabaikan hendaknya segera menarik pengharapan sebelum Anda terhempaskan. Sebab, hati yang terhempas akan merasakan perihnya luka semb...