Postingan

Khilafah sebuah kekhilafan

Gambar
Benar bahwa dalam sumber-sumber klasik ajaran Islam terdapat pembahasan mengenai kewajiban mengangkat seorang khalifah, imam, atau amir. Namun ini tak berarti bahwa institusi “khilafah” sebagaimana dibayangkan sementara kelompok Islam wajib ditiru secara sama persis. Kewajiban mengangkat khalifah adalah tentang kewajiban mengangkat pemimpin, yang kehadirannya adalah keniscayaan dalam suatu institusi politik. Tentang keniscayaan adanya pemimpin, dan bukan kewajiban mendirikan institusi spesifik bernama “khilafah”, Dr. Hosen menyatakan bahwa sumber utama Islam, yakni al-Quran dan hadis, tidak memerinci secara detail dan kaku mengenai cara pemilihan pemimpin dan mekanisme pemerintahan. Menurut Dr. Hosen, memaksakan sebuah sistem yang dinamai “khilafah” sebagai bagian ajaran Islam yang mutlak merupakan—sebagaimana tajuk seminar itu—“sebuah kekhilafan”. Ini khilaf pertama dalam memahami khilafah. Untuk mengukuhkan argumennya, Dr. Nadirsyah Hosen, yang juga Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulam...

Menaati Pemerintah Bukanlah Kekafiran

Gambar
ebagian kelompok menganggap Indonesia negara kafir karena tidak berpedoman pada hukum Allah. Sehingga, menurut mereka, pemerintah tidak wajib ditaati. Bahkan, menaati pemerintah beserta aturan yang dibuatnya dianggap sebagai bentuk kekafiran. Benarkah demikian? Dalam Islam, menaati pemimpin merupakan sebuah keharusan dalam beragama dan bernegara. Kewajiban untuk menaati para pemimpin berimplikasi pada ketaatan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sebagaimana halnya mengikuti seorang pemimpin, maka apa yang menjadi turunan dan manifestasi kebijakannya menjadi sebuah kewajiban juga. Bagi kelompok jihadis menaati Undang-undang merupakan sebuah kekafiran turunan. Dalam bahasa mereka adalah “kafir istihlal”. Term ini diartikan sebagai cara melihat hitam-putih, halal-haram. Pemerintah yang dianggap menghalalkan yang diharamkan Allah, adalah pemerintah kafir. Maka mengikuti undang-undang yang diatur oleh pemerintah tersebut, secara otomatis menjadi kafir. Dalam pandangan mereka, ketaatan ke...

Forum Titik Temu, Upaya Menolak Ekslusivisme dan Kebencian Berlatar Agama

Gambar
Apakah Indonesia bisa berkontribusi untuk perdamaian dunia? Pertanyaan ini yang membuat para ulama dan tokoh agama berkumpul di tengah makin menguatnya prasangka buruk, ujaran kebencian, intoleransi, dan kasus-kasus kekerasan berbasis agama di sejumlah negara. Apalagi, setelah pertemuan Imam Besar Al Azhar, Sayyed Ahmed al Thayeb dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi. Pertemuan yang juga dihadiri sekitar 400 para pemimpin agama-agama di dunia, termasuk pakar tafsir Indonesia Prof Muhammad Quraish Shihab, ini menghasilkan “Dokumen Persaudaraan Manusia” yang menegaskan umat manusia di seluruh dunia agar senantiasa membina persahabatan, menjalin persaudaraan, saling menghormati dan tidak mempolitisasi agama untuk kepentingan politik praktis sehingga memecah belah persaudaraan seluruh umat manusia, sebangsa dan setanah air. “Keyakinan bahwa ajaran asli agama-agama mendorong manusia untuk hidup bersama dengan damai, menghargai kemanusiaan,...

Khilafah Bukan Jaminan Kemaslahatan

Gambar
Khilafah menjadi persoalan penting yang perlu dipahami, terutama bagi generasi muda. Kerap kali terjadi permusuhan antar teman, saudara bahkan sanak famili karena perbadaan pendapat tentang falsafah kebangsaan yang secara tidak langsung berafiliasi dengan kehidupan sehari-hari. Memahami khilafah yang pernah diterapkan di zaman dulu dari dinasti ke dinasti akan membuat pola pikir sadar bahwa apapun sistem pemerintahannya bukan jaminan untuk kemashlahat umat Islam dan warga negaranya. Kelompok eks HTI masih terus melakukan gerakan masif secara gerilya untuk menyuarakan khilafah yang mereka anggap sebagai solusi atas permasalahan umat, maupun problematika negara. Sebut saja jika nilai rupiah melemah, korupsi atau harga barang yang melambung solusinya Khilafah, mungkin mereka tidak tahu sejarah masa lampau yang juga pernah mengalami keadaan ekonomi yang menurun bahkan jauh lebih parah. Prof. H. Nadirsyah Hosen, PH.D, dalam bukunya yang berjudul Islam Yes, Khilafah No Jilid II menerangkan...

Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan

Gambar
Ada dua hal yang menjadi karakter pokok dari Nahdlatul Ulama (NU), yaitu komitmen dan konsistensinya yang sangat tinggi terhadap ahlussunnah wal jamaah dan sekaligus terhadap kebangsaan. Tidak ada organisasi Islam di negeri ini bahkan di dunia Islam yang begitu gigihnya mendalami, mengajarkan dan mensiarkan Ahlussunnah wal jamaah kecuali NU. Prinsip itu tidak hanya ditegaskan dalam Angaraan Dasar organisasi, tetapi dijadikan tema dalam setiap kegiatan, baik pengkaderan maupun dalam seminar sepanjang organisasi ini ada. Sehingga seolah hanya NU yang ahlussunnah, karena identifikasi yang begitu gigih sehingga Aswaja menjadi identitas yang tidak terlepas dari identitas Nahdliyin. Selain itu, ada satu hal lagi yang menjadi watak khas NU yaitu kesetiaannya kepada paham kebangsaan. Sejak diakuinya paham kebangsaan secara resmi dalam Muktamar ke-36 NU di Banjarmasin, maka tema kebangsaan menjadi sangat penting bahkan kemudian menjadi prinsip dasar NU dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti ha...

Jangan Khilafah, Berat. Kamu Tidak Kuat. Biar Pancasila Saja

Gambar
Kalau khilafah yang dimaksud adalah sistem pemerintahan sebuah negara dengan sistem nation state (negara bangsa) tentu tidak berat. Tapi jika sistem politik yang dikehendaki adalah khilafah Islam dengan sistem kekuasaan transnasional, itu berat sekali. Kalau mengidealkan umat Islam di berbagai belahan dunia berbaiat pada kepempimpinan dan kekuasaan tunggal seorang khalifah. Itulah yang dimaksud model khilafah dalam tulisan ini, dan itu sangat berat. Tidak mudah “memaksa” umat Islam di berbagai negara mengikuti satu komando seorang “khalifah” absolut. Sangat berat. Coba saja tanya ke Sadiq Khan di Inggris (Walikota London), atau tanya ke Khabib Normagomedov (petarung UFC) dari Rusia. Dipastikan mereka tidak akan mau. Atau tanya ke Mesut Ozil (pesepak bola Jerman), Mo Salah, Sadio Mane (pemain Livepool), Pogba (MU), ke Zinedine Zidane dan Karim Benzema (di Madrid). Sangat sangat berat ! Jangan ke Eropa deh, jauh, terlalu berat. Bisa tanya saja ke tetangga sebelah, Mahathir Muhammad. Aj...

Peran Ormas dan Tokoh Agama Menangkal Radikalisme

Gambar
Aksi terorisme memang sangat sulit untuk dimusnahkan. Betapa tidak. Sampai deti ini, teroris belum benar-benar ditumpas sampai ke akar-akarnya. Justru yang terjadi adalah, bibit-bibit terorisme terus lahir dan mengancam kehidupan kita. Memberi ketakutan, sehingga hidup tak aman dan tenang. Seolah tak mau ketinggalan zaman, kini peredaran paham radikal sudah merambah pada sisi yang canggih dan cepat, yakni media sosial atau internet. Langkah ini tentu sebagai ditempuh karena menyesuaikan kebiasan masyarakat yang  saat ini banyak menggunakan media sosial dan internet dalam setiap aktivitas sehari-hari. Jelaslah bahwa terorisme memang tujuannya adalah memberi ketakutan bagi masyarakat, sebagaimana ditilik dari sisi bahasa, kata “terorisme” berasal dari kata “to terror” dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa latin, kata ini disebut Terrere, yang berarti “gemetar” atau “menggetarkan”. Kata terrere adalah bentuk kata kerja (verb) dari kata terrorem, yang berarti rasa takut luar biasa, sehingg...