MEMAKNAI ESENSI TAGHUT: ANTARA KHILAFAH DAN DEMOKRASI
Demokrasi adalah tatanan negara dimana semua warganya berhak menentukan pilihan terbaik untuk kehidupan mereka. Termasuk dalam hal ibadah. Demokrasi menuntut semua manusia setara, walau berbeda-beda di dalam agama, keyakinan atau pun rasnya. Ini sesuai esensi misi al-Quran dalam Qs. Al-Hujurat: 13, bahwa manusia memiliki derajat yang sama di mata sosial, bahkan Tuhan, dan hanya ketakwaan yang membedakan satu sama lain. Berbeda dengan sistem demokrasi, ialah sistem khilafah. Dalam sistem khilafah, kesemuanya harus tunduk kepada pemimpin yang satu. Umat dituntut untuk secara 'total' menerima apa saja perintah seorang pemimpin, sekalipun, bisa jadi, keburukan bagi pribadinya. Misalnya, semua orang, beragama apapun, harus tunduk pada aturan Islam versi pengusung khilafah, padahal sejarahnya, Islam hadir dengan beragama mazhab. Hal seperti ini yang terjadi di Suria dan Irak, yang telah dipraktikkan oleh ISIS. Alih-alih ingin secara total menaati agama, berdalil murni menegak Islam,...