Postingan

Rukun; Moderasi Islam, Moderasi Universal

Gambar
Sumber : Harakatuna Indonesia dengan keberagaman budaya, agama, suku, bahasa yang dimiliki meniscayakan menjadi salah satu bangsa yang memiliki masyarakat multikultur. Keberagaman semacam ini akan menjadi harmoni yang indah jika mampu dikelola dengan baik. Distingsi seperti inilah yang kemudian harus dirawat dan dijaga. Di saat yang sama, realitas plural semacam ini juga akan menjadi tantangan besar jika tidak ditangani dengan bijak dan arif, akibatnya akan timbul ancaman perpecahan yang kemudian memunculkan luka-luka sosial. Islam sebagai way of life atau jalan hidup, bukan hanya untuk kepentingan umat islam semata, akan tetapi harusnya mampu menyentuh kepentingan umum diluar islam maupun untuk islam sendiri. Akan tetapi agaknya terlalu egois jika islam hanya mementingkan dirinya sendiri, meningat islam di belahan dunia ini keberadaannya ada yang minoritas dan juga mayoritas. Islam harus hadir sebagai solusi berbagai macam problema. Ditengah kondisi yang demikian, kehadiran mode...

HTI Organisasinya Para Pemimpi Khilaf

Gambar
Sumber : Harakatuna HTI adalah gerakan politik transnasional, bukan gerakan dakwah. Dakwah HTI hanyalah topeng penutup wajah politiknya untuk menipu dan memikat umat muslim awam agar mendukungnya. Oleh sebab itu, jika pemerintah RI membubarkan organisasi HTI bukan berarti pemerintah memberangus dakwah dan anti Islam. Pemerintah RI beserta rakyat Indonesia melawan HTI karena keberadaan dan dakwahnya yang berpotensi memecah belah keutuhan NKRI, menimbulkan  mafsadah yang sangat besar dan menimbulkan perpecahan. Sudah menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI. Saya mengapresiasi dan mendukung pemerintah membubarkan HTI dan yang sejenisnya. HTI itu hakikatnya adalah bughat (pembangkang) yang wajib “diperangi” oleh pemerintah dan segenap warga bangsa yang cinta kepada Pancasila dan NKRI. Karena HTI berupaya untuk mengganti falsafah Pancasila dan perundang-undangan kita dengan syariat Islam dan merubah bentuk NKRI menjadi bersistem khilafah...

Anak dan Radikalisme

Gambar
Sumber : Harakatuna Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 23 Juli, kita memeringati Hari Anak Nasional (HAN). Pada dasarnya, peringatan tersebut bertujuan menghormati hak-hak anak, juga momentum meningkatkan kepedulian terhadap upaya perlindungan terhadap anak. Salah satu perlindungan tersebut, tanpa terkecuali adalah perlindungan dari pengaruh radikalisme. Anak-anak memang menjadi salah satu fokus penting dalam upaya menanggulangi penyebaran radikalisme. Sebab, sudah banyak contoh bagaimana kelompok radikal-teroris turut melibatkan anak-anak dalam aksi maupun propaganda yang mereka lakukan. Milisi ISIS misalnya, dalam pelbagai video propagandanya, tak jarang menggunakan anak-anak. Bahkan, mereka tak sungkan menyuruh anak-anak mengangkat senjata dan menjadi eksekutor untuk membunuh tawanan. Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, banyak masyarakat Indonesia yang datang ke daerah konflik dan ikut berperang. Bahkan, sebagian besar membawa...

Bedakan Antara Alquran dan Tafsir

Gambar
Sumber : Harakatuna Akhir-akhir ini, banyak kita temukan fenomena kegagalan masyarakat memahami tentang Al-Qur’an dan tafsir. Dua istilah ini memang sangat erat kaitannya dan pada saat tertentu tidak bisa dipisahkan, karena yang satu membutuhkan yang lain. Tetapi karena kegagalan memahami keduanya, sering terjadi tindakan yang merugikan orang lain, misalnya orang yang menolak suatu tafsiran, dianggap menolak Al-Qur’an atau orang yang memilih tafsiran yang berbeda dengan dirinya dianggap menistakan Al-Qur’an. Mari kita perhatikan terlebih dahulu tentang dua istilah Al-Qur’an dan tafsir ini. Al-Qur’an adalah kalâmullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril dengan berbasaha Arab dan beribadah bagi yang membacanya. Sedangkan tafsir menurut Al-Zarkasyi adalah ilmu untuk memahami Al-Qur’an dengan menjelaskan makna-maknanya, serta menggali hukum-hukum dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Al-Zarqani dalam Manâhil Irfân menambahkan bahwa tafsir...

Perdamaian di Ruang Perbedaan dengan Pancasila dan Berkoplo

Gambar
Sumber : Harakatuna Sejatinya perbedaan merupakan fitrah manusia sebagai mahkluk hidup. Baik berbeda suku bangsanya, agama, etnis dan ras. Perbedaan telah dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hujurat ayat: 13. Akan tetapi, perbedaan tidak boleh menjadi halangan terciptanya kasih dan sayang antara sesama manusia. Karena yang terjadi akhir-akhir ini justru sebaliknya. Perbedaan membuat manusia terpecah belah dan saling bermusuhan. Saling menghakimi satu di antara lainnya, menciptakan persepsi salah dan benar, memandang perbedaan dengan sudut pandang hitam putih. Padahal dalam kitab suci al-Qur’an sudah dijelaskan lewat surat al-Hujurat ayat 13, perbedaan merupakan fitrah manusia dan yang paling mulia di sisinya adalah yang paling bertaqwa. Penulis kira tidak ada agama yang mengajarkan pemeluknya untuk berbuat kekerasan, meskipun manusia diciptakan berbeda-beda. Karena agama merupakan manifestasi kasih sayang Tuhan terhadap hambanya. Agama diturunkan untuk dijadikan pedoman bagi peme...

Menyempurnakan Patriotisme Pancasila Berketuhanan

Gambar
Sumber : Harakatuna Menjadi bangsa Indonesia adalah sebuah kebanggaan. Salah satu kebanggaan yang patut dimiliki, karena hidup penuh keragaman dengan semangat kesatuan. Wujud dari perjuangan menyatukan Indonesia itulah yang disebut patriotisme. Jiwa patriotik ini sangat perlu dimiliki oleh semua bangsa Indonesia. Apalagi dalam kondisi bangsa yang baru dihadapkan pada tantangan ideologis: kelompok radikal, teroris dan makar. Penyatuan patriotisme ini tentu saja dengan nilai-nilai yang sudah dikandung dalam Pancasila. Inti dari patriotisme yang dijalankan sesungguhnya berangkat dalam semangat beragama, maka disebut dengan patriotisme berketuhanan. Kenapa demikian? Sebab Undang-undang Dasar 1945 pasal 29 menegaskan: “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ayat berikutnya berbunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Selama ini, pemaknaan UUD terhadap pasal 29 ini ha...

Menghadang Arus Ekstremisme

Gambar
Sumber : Harakatuna Ekstremisme, istilah yang lebih senang saya pakai daripada radikalisme, kini telah menjadi problem nasional, bahkan internasional. Orang-orang mencemaskan banyak anak muda yang terpengaruh pemikiran ekstremisme dalam keagamaan. Bahkan sebagian telah menjurus ke praktik kekerasan untuk memenuhi harapan dan tujuannya: ekstremisme kekerasan. Sudah banyak riset yang menunjukkan bagaimana sekolah umum kini telah menjadi wahana persebaran ekstremisme ini. Melalui kegiatan-kegiatan yang terbuka –bahkan didukung sekolah—maupun klandestin, para siswa menjadi subjek sekaligus objek penyebaran ekstremisme ini. Angka mereka yang terpapar paham ekstremisme ini bisa diperdebatkan, dan dalam banyak hal sulit dideteksi karena sifatnya yang dinamis dan fluktuatif, tapi diyakini jumlahnya sudah pada level yang mengkhawatirkan. Situasi internal maupun eksternal sekolah hampir semuanya saling mendukung perkembangan ini. Sudah hampir tiga dekade ini sekolah menjadi ajang kontest...