Postingan

Ikutilah Sayyidina Ali, Jangan Seperti Khawarij

Gambar
Huru hara di kota Madinah akibat gelombang unjuk rasa kaum Khawarij yang datang dari Bashrah, Kufah dan Mesir bukan aksi people power yang terjadi secara spontan. Aksi ini terstruktur, sistematis dan massif (TSM) tercium oleh Ali bin Abi Thalib tatkala ia melihat para demonstran tadinya akan kembali kota masing-masing setelah dialog dan berdamai dengan Khalifah Utsman, ternyata mereka putar balik ke Madinah secara serentak dalam waktu singkat. Kembalinya para demonstran ini dipicu oleh surat hoaks atas nama dan stempel Khalifah Utsman yang isinya perintah kepada Gubernur Mesir agar mengeksekusi para demonstran setiba mereka di sana. Sekali lagi surat ini hoaks yang dibawa kurir yang sengaja melewati rombongan demontran. Tanpa ada yang mengorganisir tidak mungkin rombongan dari tiga kota berbeda arah bisa berkumpul kembali dalam waktu singkat ke Madinah. Begitu tangkapan pikiran Sayyidina Ali. Dia yakin ada aktor intelektual di balik aksi ini. Al-Akhnaf bin Qais berkata: “Aku bertemu ...

Shalawat Nariyah Menyelamatkan Mahasiswi Ini dari Jeratan Salafi Wahabi

Gambar
Namanya Dian dan tentu saja bukan nama sebenarnya. Ia masih berusia 23 tahun dan saat ini mengajar di salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta. “Jangan khawatir Mas, darah saya tetap NU kok,” katanya dengan seulas senyum tersungging di bibirnya. Memang, dara yang berasal dari Tangerang ini lahir dan tumbuh dari keluarga Nahdlatul Ulama seperti mayoritas di Indonesia. Tak heran jika saat dia diterima di jurusan Biologi UGM pada 2013, dia langsung tersambung dengan KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) UGM. Sekalipun demikian, sejak di SMA dia telah aktif di kegiatan Rohis (Kerohaniaan Islam) di bawah bimbingan seorang murabbi (mentor keagamaan) yang berideologi tarbiyah. Dia bahkan termasuk tokoh Rohis di SMA-nya. Ketika dia melanjutkan kuliah ke UGM, sang murabbi memberi surat pengantar kepada seorang murabbi di UGM sebagai pengalihan pengasuhan. Sebagai mantan aktivis Rohis, Dian masuk ke dalam Jamaah Salahuddin (JS) UGM. Menurutnya, JS adalah Rohis-nya UGM. Sa...

Pentingnya Guru Harus Memiliki Kedudukan yang Terhormat dan Bermartabat

Al-Hafizh Abu Bakar al-Khathib al-Baghdadi berkata: لا يؤخذ العلم إلا من أفواه العلماء Artinya: Ilmu tidak dapat diperoleh kecuali dari lidah para ulama. Sebagian ulama salaf berkata: الذي يأخذ الحديث من الكتب يسمى صحفيا، والذي يأخذ القرآن من المصحف يسمى مصحفيا ولا يسمى قارئا Artinya: Orang yang memperoleh hadits dari buku (tanpa berguru) disebut Shahafi (pembuka buku). Orang yang mengambil Al-Quran dari mushaf, disebut Mushafi (pembuka mushaf), dan tidak disebut qari' (pembaca Al-Quran). Mengapa dalam ilmu agama harus belajar melalui seorang guru, dan tidak cukup secara otodidak? Hal ini didasarkan pada hadits-hadits berikut ini. Rasulullah SAW bersabda: يا أيها الناس تعلموا فإنما العلم بالتعلم والفقه بالتفقه Artinya: Wahai manusia, belajarlah ilmu. Karena sesungguhnya ilmu hanya diperoleh dengan belajar dan pengetahuan agama hanya diperoleh dengan belajar melalui guru. (Hadits Hasan). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: من قال في القرآن برأيه فأصاب فقد...

Terorisme, Salah Doktrin dan Transformasi Dakwah

Gambar
Dunia akhir-akhir ini dihantui oleh teror dengan adanya pemboman atas nama agama tertentu, seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di Kartasura dan beberapa teror di negera lain. Gerakan terorisme dengan dilandasi doktrin agama, adalah fenomena salah paham atas ajaran agama. Orang-orang mulai menuduh satu agama tertentu menjadi penyebabnya, doktrin-doktrin pada agama itu dianggap sebagai agama yang kasar, tidak ramah, barbar dan banyak anggapan negatif terhadap salah satu agama itu, sehingga agama itu menjadi semacam phobia. Semua orang mengarahkan penyebabnya adalah agama Islam sebagai agama yang menyebarkan paham teror ini. Salah satu motif aksi terorisme adalah menebar ketakutan dan memecah belah masyarakat dalam suatu bangsa. Padahal manusia diciptakan dengan bersuku-suku, ras, warna kulit, jenis kelamin yang berbeda-beda untuk saling kenal-mengenal, ini adalah salah satu firman tuhan yang disampaikan dala Al-Qur’an. Artinya Islam melalui firman tuhan juga menegaskan perbedaa...

Tidak Dianjurkannya Pembelajaran Ilmu Otodidak di Era Milenial Google

Gambar
Salah satu hal penting diperhatikan seorang murid adalah adab kepada guru. Adab menjadi salah satu kunci mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Seseorang yang belajar ilmu tanpa mempunyai adab, apalagi sampai durhaka kepada guru, akan menjadi penghalang barokah dan manfaatnya ilmu. Karena pentingnya adab tersebut. Para ulama telah banyak mewanti-wanti agar jangan sampai durhaka kepada guru. Dalam kitab Ta’limul Muataalim, Syeikh Al-Zarnuji mengatakan bahwa prasyarat yang harus dipenuhi oleh seorang dalam menuntut ilmu terbagai menjadi enam unsur: kecerdasan, kesungguhan, kesabaran, mau berkorban finansial, adanya pentunjuk guru, dan ditempuh dengan waktu yang relatif lama. Keenam syarat tersebut adalah piranti  utama yang bisa dilakukan atau dipenuhi oleh seseorang jika ia ingin merengkuh sebuah kesuksesan dalam belajar dan dalam pendidikan. Patut untuk dicatat dan digaris bawahi bahwa unsur guru masuk sebagai salah satu prasayarat kesuksesan dalam menempuh pendidikan. Dewa...

Menelaah Makna Kafir dalam Al-Qur’an

Gambar
Kafir-mengkafirkan bukan tema yang baru dalam perjalanan sejarah hidup manusia. Dulu berawal dari terjadinya arbitrase antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, tiba-tiba datang Kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali beserta pengikutnya karena mengambil suatu keputusan yang bukan hukum Allah. Tragisnya, kelompok Khawarij kemudian menghalalkan darah Ali beserta pengikutnya. Karena, menurut mereka, manusia yang mengambil suatu keputusan di luar ketentuan Tuhan adalah kafir dan orang kafir itu halal darahnya untuk dibunuh. Pakar sejarah mencatat bahwa tumbuhnya benih ekstrimisme ada pada masa kepemerintahan Ali. Kafir-mengkafirkan ini ternyata belum tuntas, walau dari waktu ke waktu terus diamputase hingga ke batang akarnya. Anehnya, bibit pengkafiran ini semakin berkembang hingga di era kontemporer sekarang ini. Seorang muslim seakan mudah mengkafikan saudaranya sendiri, kendati mereka sesama muslim. Sejenak saya bertanya: Apa itu kafir? Secara gramatik, kata “kafir” mer...

Islam Eksklusif Transnasional Merebak di Kampus-Kampus Negeri

Gambar
Mengejutkan sekaligus khawatir. Bagaimana tidak. Beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) terpapar paham radikal (isme). Padahal, PTN, dalam konteks SDM dan lainnya, merupakan “jantung” dari proses regenerasi bagi eksistensi bangsa ini ke depan. Di kampus-kampus lah masa kini dan masa depan bangsa Indonesia digantungkan. Hal ini tak berlebihan melainkan fakta yang berbicara demikian. Hampir seluruh pemegang roda kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini adalah saat ini dan dulunya adalah para civitas academica unggulan yang berasal dari berbagai macam kampus. Singkatnya, ruang publik dan jabatan strategis, mereka lah yang mengisi. Bila PTN yang memiliki peran amat vital bagi negeri ini terjangkiti paham radikalisme, maka tinggal menunggu kehancuran republik ini. Tentu kita semua tidak menginginkan kehancuran itu terjadi. Pertanyaan yang mungkin terlintas dibenak para pembaca adalah, perguruan tinggi mana saja yang terpapar radikalisme dan bagaimana bisa PTN tersebut terjangkiti...