Postingan

Hadapi Gerakan Intoleran Tak Bisa dengan Kekerasan

Gambar
Semangat masyarakat tidak boleh luntur untuk memerangi gerakan intoleran. Sebab, diam-diam kelompok intoleran terus bergerak menebar propaganda di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut diungkapkan juru bicara Asosiasi Para Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Jawa Timur, H Mudhar kepada  NU Online  di Jember, Ahad (12/8). Menurutnya, sepak terjang gerakan intoleran kian mengkhawatirkan. Mereka menyusup di berbagai lini kehidupan, termasuk di perguruan tinggi. Targetnya adalah menanamkan ideologi yang 'berbeda' dari  kultur masyarakat Indonesia pada umumnya.  “Kalau itu dibiarkan maka akan terjadi konflik horisonal, yang ujung-ujungnya akan menggerus keutuhan NKRI,” tukasnya. Ia mengaku ngeri membayangkan seandainya gerakan intoleran menjadi kekuatan besar di tanah air. Sebab, saat ini saja ketika mereka masih menjadi kekuatan minoritas, sepak terjangnya sudah begitu rupa dan cenderung menghantam kemapanan yang telah ada. “Karena itu kita wajib waspad...

Propaganda Kelompok Pendukung Khilafah

Gambar
Direktur Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) Robi Sugara menjelaskan, setidaknya ada tiga narasi yang terus dikampanyekan oleh para pengusung khilafah. Pertama, khilafah Islam diyakini sebagai kepemimpinan yang estafet dari khulafaur rasyidin hingga Turki Usmani. Para pengusung khilafah menyakini bahwa perpindahan kekuasaan dari suatu khilafah dengan yang lainnya berjalan mulus. “Sebetulnya dari satu rezim ke rezim lain itu berdarah-darah,” kata kata Robi dalam sebuah diskusi di Sekretariat Islam Nusantara (INC), Tangerang Selatan, Sabtu (14/7). Misalnya, perpindahan kekuasaan Islam dari khilafah Umayyah ke Abbasiyah. Ada banyak yang mengalir dalam perebutan itu. Begitu pun dengan khilafah-khilafah setelahnya. Namun demikian, Robi menegaskan bahwa pada saat itu memang seperti itu mekanisme perebutan kekuasaannya. “Bukan Islamnya kejam, tapi trennya seperti itu. Itu sesama Muslim, tidak sesederhana itu khilafah,” tegasnya. Kedua, khilafah adalah produk syariah. Para pengusun...

ANATOMI RADIKALISME DI INDONESIA (4) :GENERASI HARBI POHANTUN INFISHAL

Gambar
Oleh M. Kholid Syeirazi Program Harbi Pohantun (Akademi Militer) Ittehad-e Islami berhasil meluluskan 200 orang dari target 300, sebagian kelak menjadi tokoh-tokoh penting Jamaah Islamiyah, dan terlibat sejumlah aksi teror seperti Bom Natal dan Bom Kedutaan Filipina tahun 2000, Bom Bali tahun 2002, dan Bom JW Marriot tahun 2003.  Di antara alumni Harbi Pohantun adalah Aris Sumarsono alias Zulkarnaen (angkatan I/1985), Ahmad Roihan alias Sa’ad (angkatan I/1985), Ali Ghufron alias Mukhlas (angkatan II/1986), Muhaimin Yahya alias Maulawi Zaid (angkatan II/1986), Thoriquddin alias Hamzah alias Abu Rusdan (angkatan II/1986), Imam Baihaqi alias Musthopa (angkatan II/1986), Adi Suryana alias Muhammad Qital (angkatan II/1986), Encep Nurjaman alias Hanbali (angkatan IV/1987), Fihiruddin alias Abu Jibril (angkatan IV/1987/tidak tamat), Muchliansyah (angkatan IV/1987/tidak tamat), Taufik alias Huzaifah (angkatan V/1987), Farihin alias Ibnu (angkatan V/1987), Nasir Abas alias Sulaiman...

BAGAIMANA CARA MEMBUAT UMAT ISLAM BERSATU...?

Gambar
Apakah menyatukan kaum muslimin di atas akidah yang beraneka rupa...? MUSTAHIL bisa bersatu dengan kondisi seperti itu. Yang terjadi adalah persatuan yang SEMU. Raganya saja terlihat bersatu, banyak... tapi hatinya bercerai berai. Adalah kenyataan pahit yang tidak bisa dipungkiri jika umat Islam pada zaman ini telah berpecah belah dan terkotak-kotak, setiap kelompok merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka. Padahal Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk membuang perpecahan, dan bersatu padu diatas tali-Nya. ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮْﺍ ﺑِﺤَﺒﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺟَﻤِﻴْﻌًﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮْﺍ “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai.“ (QS Ali Imran : 103) Ibnu Katsir rahimahullah berkata, ”Allah memerintahkan untuk bersatu dan melarang berpecah belah." Banyak hadits yang melarang berpecah belah dan menyuruh bersatu. Sebagaimana dalam Shahih Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (artinya)...

Makna Islam Rahmatan Lil Alamin dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Gambar
Rahmatan lil alamin merupakan rasa kasih sayang, karunia, dan nikmat yang Allah SWT berikan kepada makhluknya dan seluruh alam semesta. Maka Allah menurunkan Islam sebagai rahmat melalui utusannya yakni Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa dan pembimbing jalan untuk dapat meraih rasa kasih sayang Allah di dunia maupun akhirat kelak. Makna Islam sebagai rahmatan lil alamin di sini menjelaskan bahwa agama Islam mengandung ajaran yang sempurna sebagai pedoman hidup manusia untuk dapat menggapai keselamatan, kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan baik di dunia dan akhirat, itulah misi Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam kepada umat manusia. Namun, kemakmuran di sini buka semata ditujukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini yakni manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, alam, serta makhluk ciptaan Allah lainnya. Aplikasinya dalam Bermasyarakat Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia mencakup segala aspek kehidupan. Sebagai...

Islam Bukan Agama Kekerasan

Gambar
Dengan menjamurnya gerakan teror mengatasnamakan Islam, nama baik Islam sedikit tercoreng. Parahnya lagi, para teroris itu menggunakan kitab suci al-Qur’an dan hadis Nabi sebagai inspirasi dan landasan ideologi mereka. Kandungan kitab suci yang penuh kearifan dan kebajikan dibajak dan disalahpahami untuk kepentingan ideologi semata. Memang dalam al-Qur’an dan hadis terdapat beberapa nash yang berkaitan dengan perang dan pembunuhan. Bahkan dalam sebagian hadis secara literal disebutkan keharusan membunuh orang kafir sampai mereka masuk Islam. Hadis-hadis yang bernuansa keras ini perlu dipahami secara utuh dan dianalisa konteksnya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Di antara hadis yang dijadikan dalil pengusung kekerasan adalah hadis riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا مَنَعُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ، وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَل...